Tampilkan postingan dengan label curahan hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curahan hati. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Desember 2009

IBU

Segala puji bagi Allah Swt yang telah menciptakan kaum Hawa dari sebagian kecil bagian tubuh kaum Adam sebagai penerus keturunan didunia....
Wahai wanita, kemuliaan dirimu ada pada sikap dan cara berpikir yang santun....
Dari suatu yg tersembunyi, bahkan tersirat yang ada pada kelembutan dan kehalusan perasaanmu...
Sungguh indah gerak-gerikmu, jika smua berlaku pada dirimu....
Wahai wanita, tak bisa aku ungkapkan sebesar apapun semua kemuliaan yg ada pada dirimu....
Sebesar rasa susah, sakit, gelisahmu sewaktu mengandung, melahirkan bahkan menyusui dan memelihara penerus keturunan dimuka bumi ini....
Tak bisa kujabarkan, seberapa besar hadiah yang harus diterima oleh mu wahai wanita.....
Bersama ini Mencetak generasi pejuang sholeh, ahli syurga, berakhlak dan berilmu melalui sentuhan kasih sayang....Karena seorang Wanita adalah seorang Ibu
..........................
..." I love u Ibu ".................................................


Kepada Ibu, calon Ibu dan teruntuk wanita tercantik Selamat hari Ibu "


Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir-bibir manusia
Dan " ibuku" merupakan sebutan terindah
Kata yang semerbak cinta dan impian,
manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa

Ibu adalah segalanya
Ibu adalah penegas kita dikala lara,
impian kita dalam rengsa,
rujukan kita dikala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi
Siapapun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci
yang senantiasa merestui dan memberkatinya

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu
Matahari sebagai ibu bumi yang menyusui melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya
dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian

Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan.
Bumi menumbuhkkan, menjaga dan membesarkannya
Pepohonan bebungaan adalah ibu yang tulus memihara bebuahan dan bebijian

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
penuh cinta dan kedamaian

Rabu, 16 September 2009

Perasaan itu berkata

kesedihan berkata;
menangislah dengan sedu sedan
itulah irama terindahnya

keperihan berkata;
mengalirlah airmata
dari jendala hati
itulah bahasa terdalamnya

kesepian berkata;
belahlah keheningan
akan terkuak pintu jawaban

kebahagiaan berkata;
peluklah kesedihan
yang telah memberi tempat
bagi tawa dan canda

Kamis, 10 September 2009

Sebelum Kita ...............

Hari ini sebelum KITA mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berkata-kata sama sekali.

Sebelum KITA mengeluh tentang rasa dari makanan,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum KITA mengeluh tidak punya apa-apa,
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

Sebelum KITA mengeluh bahawa diri buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada keadaan yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum mengeluh tentang suami atau isteri KITA,
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum KITA mengeluh tentang hidup,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

Sebelum KITA mengeluh tentang anak-anak,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

Sebelum KITA mengeluh tentang rumah yang kotor
karena pembantu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

Dan di saat KITA letih dan mengeluh tentang pekerjaan,
Pikirkan tentang pengangguran,
orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti KITA.

Sebelum KITA menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Dan ketika KITA sedang bersedih dan hidup dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahawa anda masih hidup!

Jumat, 07 Agustus 2009

Sahabat


Ketika seseorang berada dalam hidupmu karena suatu alasan, hal ini biasanya ada hubungannya dengan kebutuhan yang telah kau nyatakan secara lahir maupun dalam hati. Mereka datang untuk membantumu untuk melalui masa-masa sulit, memberikan petunjuk dan dukungan, menolongmu secara fisik, emosi, atau spiritual. Mereka ada untuk memenuhi kebutuhanmu.

Kemudian, tanpa melanggar bagianmu, atau pada saat yang tidak menyenangkan, mereka akan mengatakan atau melakukan sesuatu yang akan menyebabkan adanya hubungan hingga akhir. Kadang mereka meninggal. Kadang mereka menjauh. Kadang mereka menjengkelkan kamu, bertingkah dan memaksamu untuk memperhatikan. Yang harus kita sadari adalah kebutuhan itu terpenuhi.

Ketika seseorang muncul dalam kehidupan kamu untuk sebuah alasan, ini semua karena kamu mulai berbagi, tumbuh, atau belajar. Mereka mungkin mengajarimu suatu pengalaman yang tenang atau membuatmu tertawa. Mereka mungkin mengajarkan sesuatu yang belum pernah kau lakukan sebelumnya. Mereka biasanya memberimu sejumlah kesenangan yang sulit dipercaya.

Hubungan-hubungan dalam kehidupan mengajarkan padamu pelajaran dalam hidup. Hal-hal tersebut harus kamu bangun terus agar kamu memiliki landasan emosi yang solid. Kamu harus menerima pelajaran itu, dan bagaimanapun harus menyukainya, serta mengambil apa yang telah kamu pelajari untuk digunakan dalam setiap hubungan-hubungan yang lain dan bidang-bidang lain dalam kehidupanmu.



Ku sertakan juga dalam versi bahasa inggrisnya


When someone is in your life for a reason, it is usually to meet a need you have expressed outwardly or inwardly. They have come to assist you through a difficulty, to provide you with guidance and support, to aid you physically, emotionally, or spiritually. They are there to meet a need.

Then without any wrongdoing on your part or at an inconvenient time, they will say or do something to bring the relationship to an end. Sometimes they die. Sometimes they walk away. Sometimes they act up or out and force you to take a stand. What we must realize is that the need has been met.

When a person comes into your life for a season, it is because your turn has come to share, grow, or learn. They may bring you an experience of peace or make you laugh. They may teach you something you have never done. They usually give you an unbelievable amount of joy.

Lifetime relationships teach you lifetime lessons. Those things you must build upon in order to have a solid emotional foundation. You must accept the lesson, love them anyway, and put what you have learned to use in all other relationships and areas of your life.
...Anonymous...

Jumat, 10 April 2009

Senyum

Ia berkata, langit mendung dan berkabut,
Aku berkata, tersenyumlah, biarlah kabut dan mendung itu ada dilangit .........

Ia berkata, masa muda telah berlalu,
Aku berkata, tersenyumlah,
Penyesalan takkan mengembalikan masa muda yang telah berlalu .....

Ia berkata, langit yang ada dalam jiwa mudaku,
Ia khianati janji - janjiku setelah kuberikan hatiku,
maka bagaimana sanggup aku tersenyum !
Aku berkata, tersenyumlah dan bergembiralah jika membandingkannya,
Engkau habiskan usia dengan derita.....

Ia berkata, perniagaan selalu dalam persaingan sengit,
Seperti musafir yang nyaris dibunuh dahaga,
Atau laksana wanita cantik berpenyakit paru membutuhkan darah,
Namun meludahkan darah setiap kali dahaga
Aku berkata, tersenyumlah, engkau tidak memberikan sakitnya,
Ataupun kesembuhannya, tapi jika kau tersenyum barangkali berguna....

Apakah orang lain berbuat dosa, engkau bermalam dalam ketakutan,
Seolah-olah engkau sendiri yang telah berbuat dosa?
Ia berkata, musuh ada disekitarku, mereka berteriak dengan keras,
Patutkah aku bergembira saat musuh dalam bentengku...?!
Aku berkata, tersenyumlah, mereka takkan menyakiti engkau,
Jika engkau lebih agung dan mulia......

Ia berkata, musim-musim sudah menampakkan tanda - tandanya,
Menyindir tentang pakaian dan darahku,
Sedang aku punya kewajiban kepada teman-teman,
Akan tetapi, tak satu Dirham ada ditanganku,
Aku berkata, tersenyumlah, cukuplah engkau masih hidup,
Dan engkau tidak diasingkan dari teman-teman......

Ia berkata, malam-malam menegukkan dengan empedu,
Aku berkata, tersenyumlah, walau engkau meneguk empedu,
Barangkali jika orang lain melihat engkau bernyanyi,
Akan mencampakkan penatnya dan ikut bersenandung,
Apakah engkau memperoleh Dirham dengan kejenuhan,
Atau apakah engkau akan merugi dengan senyuman..,.

Wahai sahabat tidak mengapa seandainya kedua bibirmu pecah dan wajahmu menjadi hancur,
Maka tertawalah, sesungguhnya cahaya-cahaya tertawa,
Dan kegelapan saling menampar,
karenanya kita menyukai bintang - bintang.....

Ia berkata, senyuman tidak membahagiakan apapun,
yang datang ke dunia dan pergi dengan terpaksa,
Aku berkata, tersenyumlah, selama antaramu dan kematian,masih tersisa satu jengkal,
sebab setelahnya engkau tidak akan tersenyum..........


( Ta'aruf Cinta )

Rabu, 01 April 2009

Teman Persaudaraan

Ketika dua orang memiliki jiwa, penampilan tidaklah penting. Topeng tidak dibutuhkan. Sejak pertama kamu bertemu, ada perasaan sama-sama tahu bahwa kamu telah menemukan sebuah persahabatan yang didasarkan pada kejujuran dan keterbukaan

Seorang teman persaudaraan mengenal sisi terbaik di dalam dirimu, menghargaimu dan melengkapi bagian terdalam dirimu yang tidak dapat diungkapkan dengan kata- kata, menghargai kemenanganmu dan ikut sedih dalam kegagalanmu. Teman yang seperti itu membuka pintu yang tidak pernah diketahui keberadaannya oleh jiwamu.

Ikatan special yang muncul diantara rasa persaudaraan menciptakan sebuah kebun rahasia yang aman bagi jiwamu untuk beristiraat, sebuah tempat persinggahan dimana kamu akan menemukan kenyamanan, dukungan dan penerimaan dirimu apa adanya.

Teman seperti itu menggambarkan apa yang kamu anggap sakral dan sayangi dan tanpa batas. Kamu mempercayai dia secara utuh dengan jiwamu. Kamu bebas menjadi apapun, bebas untuk bersantai, tertawa, terlihat bodoh, tidak senang atau menangisi ketakutan yang dalam tanpa khawatir diberi cap buruk.

Seorang teman yang memiliki jiwa persaudaraan melihat melalui banyak lapisan dirimu, kedalam inti jiwamu, selalu memahami dan selalu mencintai keseluruhan dirimu.

Sedikit teman yang bisa membuatmu nyaman berbicara dengan mereka sampai berjam-jam atau melepas sepatumu dan duduk bertelanjang kaki dengan mereka disebuah ayunan, bertukar pikiran dan perasaan tanpa kata-kata

Kamis, 29 Januari 2009

Harap Sebentuk Hati




Segala gundah, gelisah, senang, sedih, bahagia tersimpan dalam hati. Sebuah kegelisahan singgah dalam hati.
Aku sendiri terkadang tak mengerti apa yang kurasa..ingin kuungkap semua namun kutak mampu...
Duhai sang pemilikku, berilah aku selalu petunjuk-Mu, tuk menjalani semuanya ini, meski terkadang kumerasa lelah melangkah, namun aku harus tetap terus berjalan. Dengan langkah tertatih aku mencoba terus melangkah. Meski sakit mendera, namun ku mencoba selalu tetap tersenyum. Sebuah senyum yang menutupi sebentuk luka di hati. Luka yang demikian dalamnya, akankah sang waktu mampu menyembuhkannya, namun aku percaya luka itu akan sirna dan kembali akan membentuk sebuah hati yang utuh. (hahaha...cengeng benar kesannya).