Sabtu, 16 April 2011

Iseng ^ _ *


Pelangi Selepas Hujan

Nanti antara catatan ma gambarnya, gak sesuai...sengaja simpan gambar aja sebelum kehapus dari file di komputerku hehehe....

Pelangi Selepas Hujan

Seringkali hati kecil mengaduh sakit, seringkali jiwa meratap hiba..dugaan dan ujian yang bertimpa, kadangkala menewaskan semangat yang ada. kadangkala kita terasa sendirian, saat terasa betapa kita dipinggirkan..dan tika kita menyangka sudah tidak ada apa yang lagi bernilai dalam kehidupan, yang kita lihat hanya jalan suram di hadapan..

Kita marah pada Tuhan, kita kecewa dengan ketentuan yang diciptakan..kita menyalahkan takdir hitam, saat sendu airmata mengaburkan kewarasan.Lalu kita hilang pertimbangan, di antara keimanan dan rasukan syaitan. Yang kita nampak hanya jalan mudah untuk melepaskan, lalu ada yang seringkali memilih kematian sebagai penyelesaian..

Pernahkah sekali kita fahami alam, mengapa Tuhan hadirkan pelangi selepas hujan..mengapa Tuhan tumbuhkan bunga selepas kontang, hanya dari benih hitam yang kusam..lalu bila Dia sirami hujan,maka tersenyumlah alam..betapa indahnya aturan Tuhan.

Mengapa tidak ada hujan berpanjangan, atau sinar mentari yang menyinari alam..mengapa harus ada putaran alam, seperti hitam malam dihiasi bintang..mengapa untuk tidak ada sekaligus dalam satu masa, mengapa harus hilang sesuatu untuk sesuatu..

Jawabnya SENANG..Kerana tidak ada kemanisan tanpa ada kepahitan,dugaan dan rintanganlah yang mewarnai kehidupan..untuk mengecapi kebahagiaan perlu ada pengorbanan, setiap kesenangan akan ada bayaran..seperti Tuhan hadirkan pelangi selepas hujan, dan kicau burung yang menyanyikan kedamaian..

Biar Pun Hujan Dalam Hati, Pasti Ada Pelangi Yang Menanti

Pingin simpan gambar Aja

Jangan sedih karena kamu tidak dapat melakukan sesuatu seperti orang lain karena memang tidak memiliki kemampuan untuk itu, tetapi apa yang kamu dapat lakukan, lakukanlah itu dengan sebaik-baiknya..... Dan jangan sombong jika kamu merasa banyak melakukan beberapa hal pada orang lain, karena orang yang tinggi hati akan direndahkan dan orang yang rendah hati akan ditinggikan.

Cara Mudah Menjadi Orang Bahagia.. Tips

Betapa sering kita terbelenggu oleh pikiran yang negatif. Pikiran yang selalu membawa kita pada kondisi yang tidak nyaman. Berawal dari membanding-bandingkan orang sampai dengan membanding-bandingkan kekayaan. Berawal dari membanding-bandingkan keadaan sampai dengan membanding-bandingkan kedudukan. Mulai dari menilai sipat dan sikap kawan sampai dengan mencari kelemahan dan kesalahan. Mulai dari memojokkan kawan sampai dengan menghantam dan mematikan.Dan pada giliran yang terakhir,pikiran lelah, resah dan gelisah, buntu mencari jalan keluar.

salah satu Cara Sederhana Menjadi Orang Yang Bahagia adalah BERPIKIR POSITIF DAN BERSYUKUR

Apapun masalahnya, siapapun orangnya, kapanpun waktunya.....

Berpikirlah Positiflah dan bersyukurlah Setiap saat.....

Jangan Menunggu Bahagia Baru Bersyukur, tapi Bersyukurlah, maka kita akan tambah bahagia

jangan menunggu keadaan baik baru berpikir positif, tapi berpikir positif lah, maka keadaan semakin baik

Nah pertanyaannya: Bagaimanakah agar kita bisa berpikir positif setiap hari?

jawabnya mudah.... Tinggal ubah kata-kata yang berkesan buruk menjadi berkesan baik

contoh 1: lebih enak makan yang mana?"Telor Setengah Matang" atau "Telor Setengah Mentah"?

padahal dua-duanya sama-sama setengah? hanya saja kata "mateng" lebih baik daripada kata "mentah"

contoh 2: lebih enak denger yang mana?

"kamu Ganteng... tapi BODOH..!!"

atau

"Kamu bodoh... tapi GANTENG!!!"

hanya dibolak-balik, tapi menghasilkan persepsi yang berbeda

NAh.....

sekarang mari kita ubah persepsi negatif kita menjadi persepsi positif

Masa bodoh seberapa buruk orangnya dan seberapa buruk situasinya, yang penting seberapa baik sikap kita terhadap segala sesuatu yang terjadi....

Karena Sikap Baik atau Buruknya kita terhadap orang atau sesuatu sebenarnya bukan menunjukkan siapa Mereka, tapi menunjukkan siapa diri Kita

karena seperti kata pepatah "kamu Adalah Yang Kamu Pikirkan"

Karena Hidup ibarat Gema, Jika kita berteriak "Kamu Ganteng!!!!" Maka Gema pun menjawab " Kamu Ganteng!!! kamu ganteng!!! kamu ganteng!!! ... dst"

tapi jika kamu berkata "Kamu Jelek!!!!!" maka Gema pun Menjawab " Kamu Jelek!! kamu jelek!! kamu Jelek bangeet!! ... dst" (hehe canda)

jadi... mulai sekarang....

Bersikap Positiflah.... Bukan untuk orang lain... Melainkan Untuk Diri Kita Sendiri..!!

“WANITA PENYEJUK HATI” dan kEkUataN WaNita (^_^)

“WANITA PENYEJUK HATI”

Kiranya wanita seperti apakah yang dapat mengimbangi berbagai aspek kehidupannya?

yang bukan saja elok di pandang karena kebersihannya, melainkan mampu membuat orang

lain tersenyum karena keindahan budi pekerti yang terpancar melalui wajah dan bening tatapannya.

Wanita ideal bukanlah wanita yang sempurna dalam segala aspek (fisik , mental/emosi, spiritual),

melainkan ramuan yang sedap dari aspek-aspek tersebut.

Bukan wanita yang sangat cantik, akan tetapi yang kecantikannya elok di pandang ;

yang pandai menjaga kebersihan tubuhnya; yang tahu menempatkan mode pada dirinya;

yang bukan untuk menghamburkan banyak uang untuk kecantikannya, tetapi dengan kesederhanaan

selalu tampak rapi dan cantik di mana saja dan kapan saja serta pintar membawa diri;

dan bukan pula yang teramat cerdas, melainkan yang pandai menggunakan kecerdasannya.

Wanita-wanita, tak kan pernah habis untuk dibahas. Wanita merupakan subyek yang

selalu menarik untuk di perbincangkan, baik dalam nyata dan kehidupan sehari-hari,

tak ada habisnya dan tidak akan habis lekang sepanjang jaman.

Wanita sebagai pusat kehidupan di dunia, karena salah satu kebesaran Allah hanya

dititipkan kepada wanita, yakni melahirkan generasi penerus. Maka membicarakan wanita

layak yang di idamkan oleh pria untuk di jadikan istri, oleh orangtua untuk dimiliki

sebagai anak, oleh mertua untuk dijadikan menantu, oleh saudara-saudara kita untuk dijadikan panutan,

oleh masyarakat untuk dijadikan pondasi kelahiran yang mempunyai generasi yang tangguh iman dan akhlaknya.

Wanita seperti apakah yang dapat mendatangkan tenang dan bahagia pada diri suaminya;

yang taat dan bisa tetap beribadah kepada Tuhannya; yang melahirkan, mendidik serta sanggup

membesarkan anak-anak yang dipersiapkan membangun bangsa dan negara.

Siapkah anda untuk menjadi Wanita Penyejuk Hati?

kEkUataN WaNita (^_^)

kekuatan seorang wanita bukan kepadaotot badan, tetapi pada kekuatan perasaannya dalam menjalani kehidupan seharian. Wanita yang GAGAH adalah :

1. Wanita yang tahan menerima sebuah kehilangan

- kehilangan tidak seharusnya ditatapi dengan kesedihan. tetapi jika seseorang wanita itu mempunyai kekuatan jiwa dan sanubarinya, kehilangan tersebut dapat diterimanya dengan hati yang terbuka. ini karena yang hilang tidak akan muncul kembali walaupun menangis dengan air mata darah sekalipun.

2. Wanita yang tidak takut pada kemiskinan

- wanita yang mempunyai kekuatan perasaan yang tinggi tidak akan gentar dengan kemiskinan. Kaya atau miskin, kehidupan padanya mesti diteruskan jua dan ini bukannya satu persoalan untuk menyalahkan kehidupan ini. Apa yang berbeda adalah cara untuk mengatasinya dengan menggunakan kekuatan yang ada.

3. Wanita yang tabah menanggung kerinduan setelah ditinggalkan

- walaupun berjauhan dan saling tidak berjumpa untuk satu tempo yang panjang, wanita tersebut tetap tenang menghadapi suratan kehidupan ini. ini menunjukkan kekuatan perasaan yang dimiliki oleh wanita tersebut walaupun sedang dilamun rindu. kerinduan pasti ada penghujungnya bagi wanita yang sedemikian rupa.

4. Wanita yang tidak meminta-minta agar dipenuhi segala keinginan

- menerima seadanya. wanita yang kental dan mempunyai kekuatan tidak akan meminta-minta mengikut nafsunya yang tidak pernah puas dengan nikmat yang terdapat didunia ini. sebaliknya mereka akan bersyukur dengan apa yang dikurniakan dalam kehidupan yang sementara ini.

Taklukkan Diri Sendiri

Cuplikkan dari catatan " takklukkan diri sendiri " , aku hanya mengambil sebagian dari keseluruhan catatan tersebut, untuk kemudian aku masukkan dalam catatanku ini...

Dengan menaklukkan diri sendiri

Kita telah terbebas dari penjara kesengsaraan,

Telah terhindar dari jalan yang berlubang

Telah menyingkir dari badai yang menggulung,

Telah terbebas dari penyakit hati, dan

Telah lepas dari ikatan kita dengan syetan

Seperti camar yang menari diatas awan.

Ia jauh dari pemangsa

Dan berbahagia di lengkung indahnya pelangi.

Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri.

Dia bagaikan tali tali rantai

Yang mengikat tawanan dengan kekuatan besinya.

Hanya dengan melepaskan diri darinya,

Hidup kita akan menjadi sentosa

Sebab tidak akan ada lagi yang mengikat kita

Untuk terbang menuju kebahagiaan hakiki.

Jadilah seperti mawar

Jangan seperti benalu yang tidak berharga,

Jangan seperti debu yang tidak bernilai,

Jangan seperti batu yang terinjak-injak dijalanan.

Jadilah keras seperti intan

Yang bersemayam di persembunyiannya yang kokoh

Yang hanya keluar untuk sang Pemilik-Nya

Kemurnian intan selalu terjaga,

Kesejukan sinarnya melebihi embun pagi diujung daun

Lekukan wajahnya kian memancarkan ketenangan

Namun dia kokoh melebihi bebatuan....

Jangan sampai cahayamu padam

Karena sebuah bola api yang kecil

Karena seekor serangga yang haus,

Bola api dan serangga bukanlah halangan

Untuk tetap melebarkan sayap keindahanmu

Jangan sampai kesulitan hidup membuatmu menyerah!

Jika ingin hidup...

Maka kehidupan itu berada ditengah-tengah bahaya,

Maka kehidupan itu akan penuh dengan kesulitan

Janganlah menghindar darinya...

Atasilah kesulitan-kesulitan itu.

Kesulitan selalu merupakan berkah yang tersembunyi

Karena akan mendatangkan yang terbaik.

Tidak ada jalan lain yang harus kita lewati

Selain jalan menuju Rahmat-NYA.

Tidak ada pintu yang kita ketuk

Saat seluruh pintu manusia tertutup untuk kita,

Kecuali Pintu-Nya.

Tiada tali yang kuat tuk tempat bergantung

Selain tali-NYA

Dan tidak ada karunia yang kita harapkan,

Kecuali karuniaNYA

Hakikat PIKIRAN dan PERASAAN

Menjawab penasaran adek Dian, akhirnya ku masukkan juga catatan ini di FBku..tapi tuk sementara ku buat privat terlebih dahulu ...

Hakikat PIKIRAN dan PERASAAN

ANDA bukanlah apa yang ANDA PIKIRKAN dan ANDA bukanlah apa yang ANDA RASAKAN. Tapi Anda dapat BELAJAR banyak dari apa yang ANDA PIKIRKAN dan apa yang ANDA RASAKAN... ANDA adalah ANDA yang MERDEKA dari PIKIRAN dan PERASAAN yang MEMENGARUHI ANDA... dan HANYA ALLAH tempat ANDA bergantung, So, jangan gantungkan diri ANDA kepada PIKIRAN dan PERASAAN ANDA, apalagi kepada orang lain di luar sana

Anda BUKANLAH apa yang Anda PIKIRKAN. Anda adalah Anda, dan Si Pikiran adalah Si Pikiran. Anda bertugas sebagai LEADER dan PENGAMAT bagi Si Pikiran. Jika Si Pikiran sedang NEGATIF, maka cukup amati saja dan beristighfarlah, dan jika Si Pikiran sedang POSITIF maka SUPPORTlah ia... Tak perlu stress berusaha mengendalikan Si Pikiran, sebab seringkali justru pikiran yang berhasil mengendalikan Anda...

Allah hadirkan PIKIRAN & PERASAAN (2P) kepada Anda sebagai UJIAN. UJIAN dalam bentuk keSENANGan atau penDERITAan. IBLIS dan Syaitan pun MEMENGARUHI dan MENGGODA manusia melalui 2P ini. Sehingga kita harus LIHAI membedakan mana 2P dari Syaitan dan mana 2P dari Tuhan. Itu sebabnya kita butuh KITABULLAH untuk memfilternya.... Anda bukanlah 2P, tapi 2P bertugas memengaruhi Anda...

Karena ANDA bukanlah yang ANDA PIKIRKAN, maka jika hadir PIKIRAN yang "Bukan-Bukan" maka tenang saja sebab pelakunya bukanlah Anda, kecuali jika Anda "mengamini" dan "menikmati" Pikiran yang "bukan-bukan" itu ... TOLAKlah pikiran yang "bukan-bukan" itu dengan cara MENGABAIKANnya, TA'AWUDZ, dan BERISTIGHFAR kepada ALLAH.....

Perhatikan EMOSI/PERASAAN Anda, nasehatilah ia sesering mungkin dengan ayat-ayat Ilahi, dan mintalah Allah agar menenangkan sang Emosi. Anda bukanlah Emosi yang Anda rasakan. Anda mah Anda, Emosi mah ya Emosi. Kalau Emosi sedang menteror Anda dan tidak mau diajak berdamai, maka berdo'alah "Hasbunallah wani'mal wakiil, ni'mal maula wani'man nashiir"

So, Tidak perlulah PIKIRAN dan PERASAAN Anda menganalisa takdir Allah yang belum terjadi atas diri Anda... sehingga Anda gelisah karena analisa Anda dan bukan gelisah karena takdir Nya... sebab takdirNya nanti masih belum terjadi pada diri Anda .... maka sebaiknya rasakan saja kehadiran Anda bersamaNya di setiap "saat" maka Anda niscaya selalu dijagaNya... Jangan Takut dan Jangan Khawatir... PenjagaanNya sangatlah sempurna...

Bebaskan diri Anda dari pikiran Anda sendiri . SEJATINYA, Anda berbuat negatif bukanlah karena pikiran Anda , tapi karena Anda sendiri yang kok mau-maunya dipengaruhi oleh Pikiran Anda . Itu sebabnya kelak Anda lah yang bertanggung jawab di hadapan Allah, bukan pikiran Anda . Kelak Pikiran hanya menjadi Saksi dalam penghisaban Anda, sebagaimana Penglihatan, Pendengaran, dan Fuad yang menjadi saksi. Pikiran adalah ujian, tempat syaitan membisikkan banyak hal. Belajar mencuekkan pikiran berarti belajar mencuekkan syaitan. Yuwaswisu fii shuduurinnaas...

Anda adalah Anda yang diwakili oleh RUH yang telah dititipkanNya... RUHlah yang seharusnya menjadi DRIVER/KENDALI dalam kehidupan Anda yang singkat ini...sehingga jangan serahkan KENDALI kehidupan Anda kepada PIKIRAN dan PERASAAN Anda...

"Ya Allah, jangan izinkan emosiku, pikiranku, dan jasadku mengikat, mencemari, dan memengaruhi kefitrahan Ruh titipanMu ini. Tolong jagalah Ruh dariMu padaku ini, sehingga Ruh ini tetap bisa menjadi Driver bagi kehidupanku..."

Sahabat, semoga kita terlindungi dari hal menuhankan dan mengbadi kepada Pikiran dan Perasaan... sebabhanya Allah lah yang berhak dituhankan, sedangkan pikiran, perasaan, dan orang lain adalah sebagai pembelajaran dan kawan sinergi untuk bersama-sama bertemu Allah, insya Allah..

So, kalau ada yang memarahi Anda seperti ini :

"Dasar Bodoh, kamu memang tidak punya PIKIRAN"

Maka jawablah :

"Saya memang tidak punya apa2, semua milik Allah, Pikiran mah Pikiran dan saya mah saya.."

^_^

Wallahu alam

Jangan Menunggu

Jangan menunggu bahagia baru tersenyum.

tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia

Jangan menunggu kaya baru bersedekah.

tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya

Jangan menunggu termotivasi baru bergerak.

tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi

Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli,

tapi pedulilah dengan orang lain! maka kamu akan dipedulikan...

Jangan menunggu orang memahami kamu baru kita memahami dia,

tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu

Jangan menunggu terinspirasi baru menulis.

tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu

Jangan menunggu proyek baru bekerja.

tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu

Jangan menunggu dicintai baru mencintai.

tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai

Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang,

tapi hiduplah dengan tenang, Insya Allah bukan sekadar uang yang datang,

Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti.

tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti

Jangan menunggu sukses baru bersyukur.

tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu

Jangan menunggu bisa baru melakukan,

tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

Seribu kata mutiara akan dikalahkan Satu Aksi Nyata ^_^

dari : sahabat

Rabu, 02 Maret 2011

Cinta Terindah

Oleh M. R. Bawa Muhaiyaddeen

Anakku, begitu sering kau bicara tentang cinta. Cinta kepada istri, cinta kepada anak, cinta kepada agama, cinta kepada bangsa, cinta kepada filosofi, cinta kepada rumah, cinta kepada kebenaran, cinta kepada Tuhan. Apakah isi, atau esensi, dari cintamu itu? Kau bilang itu cinta suci, cinta sejati, cinta yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam, cinta sepenuh hati, cinta pertama… Apakah benar begitu, anakku?

“ANAKKU, mari kita bicara tentang cinta. Cinta apa yang kau miliki?” Merasa diri ini memang belum paham apa makna cinta yang sebenarnya, maka aku dengarkan baik-baik setiap hikmah yang menyemburat seperti cahaya.

Anakku, kamu harus membuka hatimu lebar-lebar agar bisa menangkap esensi cinta yang akan aku sampaikan. Simpan pertanyaanmu untuk nanti, karena setiap pertanyaan itu terlahir dari akal. Seperti langit, akal melayang tinggi di atas bumi tempatmu berpijak. Dan kau pun akan jauh dari hati pijakanmu, satu-satunya titik yang mampu menangkap esensi cinta.

Lihat batang bunga mawar itu. Dia punya potensi untuk mempersembahkan bunga merah dan harum yang semerbak. Namun jika batang itu tak pernah ditanam, tak akan pernah mawar itu menghiasi kebunmu. Maka, hanya dengan membuka diri untuk tumbuhnya akar dan daun lah, batang mawar itu akan melahirkan bunga mawar yang harum. Demikian juga dengan hatimu, anakku. Kau harus membukanya, agar potensi cinta yang terkandung di dalamnya bisa merekah, lalu menyinari dunia sekitarmu dengan kedamaian.

: : : : : : : :

Mungkin di desamu kau punya seekor kuda. Begitu sayangnya kau pada kuda itu. Setiap hari kau beri makan, minum, kau rawat bulunya, kau bersihkan, kau ajak jalan-jalan. Seolah kuda itu telah menjadi bagian dari hidupmu, seperti saudaramu. Kau mencintai kuda itu sepenuh hati. Namun, suatu ketika datang orang yang ingin membelinya dengan harga yang fantastis. Hatimu goyah, dan kau pun menjualnya. Cintamu tidak sepenuh hati, karena kau rela menjual cinta. Kau mencintai kuda, karena kegagahannya membuatmu bangga dan selalu senang ketika menungganginya. Namun, ketika datang harta yang lebih memberikan kesenangan, kau berpaling. Kau cinta karena kau mengharapkan sesuatu dari yang kau cintai. Kau cinta kudamu, karena mengharapkan kegagahan. Cintamu berpaling kepada harta, karena kau mengharapkan kekayaan. Ketika keadaan berubah, berubah pula cintamu.

Kau sudah punya istri. Begitu besar cintamu kepadanya. Bahkan kau bilang, dia adalah pasangan sayapmu. Tak mampu kau terbang jika pasangan sayapmu sakit. Cintamu cinta sejati, sehidup semati. Namun, ketika kekasihmu sedang tak enak hati yang keseratus kali, kau enggan menghiburnya, kau biarkan dia dengan nestapanya karena sudah biasa. Ketika dia sakit yang ke lima puluh kali, perhatianmu pun berkurang, tidak seperti ketika pertama kali kau bersamanya. Ketika dia berbuat salah yang ke sepuluh kali, kau pun menjadi mudah marah dan kesal. Tidak seperti pertama kali kau melihatnya, kau begitu pemaaf. Dan kelak ketika dia sudah keriput kulitnya, akan kan kau cari pengganti dengan alasan dia tak mampu mendukung perjuanganmu lagi? Kalau begitu, maka cintamu cinta berpengharapan. Kau mencintainya, karena dia memberi kebahagiaan kepadamu. Kau mencintainya, karena dia mampu mendukungmu. Ketika semua berubah, berubah pula cintamu.

Kau punya sahabat. Begitu sayangnya kau kepadanya. Sejak kecil kau bermain bersamanya, dan hingga dewasa kau dan dia masih saling membantu, melebihi saudara. Kau pun menyatakan bahwa dia sahabat sejatimu. Begitu besar sayangmu kepadanya, tak bisa digantikan oleh harta. Namun suatu ketika dia mengambil jalan hidup yang berbeda dengan keyakinanmu. Setengah mati kau berusaha menahannya. Namun dia terus melangkah, karena dia yakin itulah jalannya. Akhirnya, bekal keyakinan dan imanmu menyatakan bahwa dia bukan sahabatmu, bukan saudaramu lagi. Dan perjalanan kalian sampai di situ. Kau mencintainya, karena dia mencintaimu, sejalan denganmu. Kau mendukungnya, mendoakannya, membelanya, mengunjunginya, karena dia seiman denganmu. Namun ketika dia berubah keyakinan, hilang sudah cintamu. Cintamu telah berubah.

Kau memegang teguh agamamu. Begitu besar cintamu kepada jalanmu. Kau beri makan fakir miskin, kau tolong anak yatim, tak pernah kau tinggalkan ibadahmu, dengan harapan kelak kau bisa bertemu Tuhanmu. Namun, suatu ketika orang lain menghina nabimu, dan kau pun marah dan membakar tanpa ampun. Apakah kau lupa bahwa jalanmu mengajak untuk mengutamakan cinta dan maaf? Dan jangankan orang lain yang menghina agamamu, saudaramu yang berbeda pemahaman saja engkau kafirkan, engkau jauhi, dan engkau halalkan darahnya. Bukankah Tuhanmu saja tetap cinta kepada makhluk-Nya yang seperti ini, meskipun mereka bersujud atau menghina-Nya? Kau cinta kepada agamamu, tapi kau persepsikan cinta yang diajarkan oleh Tuhanmu dengan caramu sendiri.

Anakku, selama kau begitu kuat terikat kepada sesuatu dan memfokuskan cintamu pada sesuatu itu, selama itu pula kau tidak akan menemukan True Love. Cintamu adalah Selfish Love, cinta yang mengharapkan, cinta karena menguntungkanmu. Cinta yang akan luntur ketika sesuatu yang kau cintai itu berubah. Dengan cinta seperti ini kau ibaratnya sedang mengaspal jalan. Kau tebarkan pasir di atas sebuah jalan untuk meninggikannya. Lalu kau keraskan dan kau lapisi atasnya dengan aspal. Pada awalnya tampak bagus, kuat, dan nyaman dilewati. Setiap hari kendaraan lewat di atasnya. Dan musim pun berubah, ketika hujan turun dengan derasnya, dan truk-truk besar melintasinya. Lapisannya mengelupas, dan lama-lama tampak lah lobang di atas jalan itu. Cinta yang bukan True Love, adalah cinta yang seperti ini, yang akan berubah ketika sesuatu yang kau cintai itu berubah. Kau harus memahami hal ini, anakku.

: : : : : : : :

Sekarang lihatlah, bagaimana Tuhanmu memberikan cinta-Nya. Dia mencintai setiap yang hidup, dengan cinta (rahmaniyyah) yang sama, tidak membeda-bedakan. Manusia yang menyembah-Nya dan manusia yang menghina-Nya, semua diberi-Nya kehidupan. Kekuasaan-Nya ada di setiap yang hidup. Dia tidak meninggalkan makhluk-Nya, hanya karena si makhluk tidak lagi percaya kepadanya. Jika Dia hanya mencintai mereka yang menyembah-Nya saja, maka Dia pilih kasih, Dia memberi cinta yang berharap, mencintai karena disembah. Dia tidak begitu, dia tetap mencintai setiap ciptaan-Nya. Itulah True Love. Cinta yang tak pernah berubah, walau yang dicintai berubah. Itulah cinta kepunyaan Tuhan. Anakku, kau harus menyematkan cinta sejati ini dalam dirimu. Tanam bibitnya, pupuk agar subur, dan tebarkan bunga dan buahnya ke alam di sekitarmu.

Dan kau perlu tahu, anakku. Selama kau memfokuskan cintamu pada yang kau cintai, maka selama itu pula kau tak akan pernah bisa memiliki cinta sejati, True Love. Cinta sejati hanya kau rasakan, ketika kau melihat Dia dalam titik pusat setiap yang kau cintai. Ketika kau mencintai istrimu, bukan kecantikan dan kebaikan istrimu itu yang kau lihat, tapi yang kau lihat “Ya Allah! Ini ciptaan-Mu, sungguh cantiknya. Ini kebaikan-Mu yang kau sematkan dalam dirinya.” Ketika kau lihat saudaramu entah yang sejalan maupun yang berseberangan, kau lihat pancaran Cahaya-Nya dalam diri mereka, yang tersembunyi dalam misteri jiwanya. Kau harus bisa melihat Dia, dalam setiap yang kau cintai, setiap yang kau lihat. Ketika kau melihat makanan, kau bilang “Ya Allah, ini makanan dari-Mu. Sungguh luar biasa!” Ketika kau melihat seekor kucing yang buruk rupa, kau melihat kehidupan-Nya yang mewujud dalam diri kucing itu. Ketika kau mengikuti sebuah ajaran, kau lihat Dia yang berada dibalik ajaran itu, bukan ajaran itu yang berubah jadi berhalamu. Ketika kau melihat keyakinan lain, kau lihat Dia yang menciptakan keyakinan itu, dengan segala rahasia dan maksud yang kau belum mengerti.

Ketika kau bisa melihat Dia, kemanapun wajahmu memandang, saat itulah kau akan memancarkan cinta sejati kepada alam semesta. Cintamu tidak terikat dan terfokus pada yang kau pegang. Cintamu tak tertipu oleh baju filosofi, agama, istri, dan harta benda yang kau cintai. Cintamu langsung melihat titik pusat dari segala filosofi, agama, istri, dan harta benda, dimana Dia berada di titik pusat itu. Cintamu langsung melihat Dia.

Dan hanya Dia yang bisa memandang Dia. Kau harus memahami ini, anakku. Maka, dalam dirimu hanya ada Dia, hanya ada pancaran cahaya-Nya. Dirimu harus seperti bunga mawar yang merekah. Karena hanya saat mawar merekah lah akan tampak kehindahan di dalamnya, dan tersebar bau wangi ke sekitarnya. Mawar yang tertutup, yang masih kuncup, ibarat cahaya yang masih tertutup oleh lapisan-lapisan jiwa. Apalagi mawar yang masih berupa batang, semakin jauh dari terpancarnya cahaya. Bukalah hatimu, mekarkan mawarmu.

Anakku, hanya jiwa yang telah berserah diri sajalah yang akan memancarkan cahaya-Nya. Sedangkan jiwa yang masih terlalu erat memegang segala yang dicintainya, akan menutup cahaya itu dengan berhala filosofi, agama, istri, dan harta benda. Lihat kembali, anakku, akan pengakuanmu bahwa kau telah berserah diri. Lihat baik-baik, teliti dengan seksama, apakah pengakuan itu hanya pengakuan sepihak darimu? Apakah Dia sudah membenarkan pengakuanmu? Ketika kau bilang “Allahu Akbar,” apakah kau benar-benar sudah bisa melihat ke-”akbar”-an Dia dalam setiap yang kau lihat?

Jika kau masih erat mencintai berhala-berhalamu, maka sesungguhnya jalanmu menuju keberserahdirian masih panjang. Jalanmu menuju keber-”Islam”-an masih jauh di depan. Kau masih harus membuka kebun bunga mawar yang terkunci rapat dalam hatimu. Dan hanya Dia-lah yang memegang kunci kebun itu. Mintalah kepada-Nya untuk membukanya. Lalu, masuklah ke dalam taman mawarmu. Bersihkan rumput-rumput liar di sana, gemburkan tanah, sirami batang mawar, halau jauh-jauh ulat yang memakan daunnya. Kemudian, bersabarlah, bersyukurlah, dan bertawakkal-lah. Insya Allah, suatu saat, jika kau melakukan ini semua, mawar itu akan berbunga, lalu merekah menyebarkan bau harum ke penjuru istana.

Semoga Allah membimbingmu, anakku.

Minggu, 27 Februari 2011

Cermin Yang Terlupakan ( Renungan )

Hari ini karena gak banyak kegiatan yang ku lakukan, jadinya kembali deh menjelajah blog teman, sampai aku menemukan catatan tentang cermin yang terlupakan... ya akhirnya ku masukkan juga ke catatan ini...

Pada suatu ketika, sepasang suami istri, katakanlah nama mereka Smith, mengadakan 'garage sale' untuk menjual barang-barang bekas yang tidak mereka butuhkan lagi. Suami istri ini sudah setengah baya, dan anak-anak mereka telah meninggalkan rumah untuk hidup mandiri. Sekarang waktunya untuk membenahi rumah, dan menjual barang-barang yang tidak dibutuhkan lagi.

Saat mengumpulkan barang-barang yang akan dijual, mereka menemukan benda-benda yang sudah sedemikian lama tersimpan di gudang. Salah satu di antaranya adalah sebuah cermin yang mereka dapatkan sebagai hadiah pernikahan mereka, dua puluh tahun yang lampau.

Sejak pertama kali diperoleh, cermin itu sama sekali tidak pernah digunakan. Bingkainya yang berwarna biru aqua membuat cermin itu tampak buruk, dan tidak cocok untuk diletakkan di ruangan mana pun di rumah mereka. Namun karena tidak ingin menyakiti orang yang menghadiahkannya, cermin itu tidak mereka kembalikan. Demikianlah, cermin itu teronggok di loteng. Setelah dua puluh tahun berlalu, mereka berpikir orang yang memberikannya tentu sudah lupa dengan cermin itu. Maka mereka mengeluarkannya dari gudang, dan meletakkannya bersama dengan barang lain untuk dijual keesokan hari.

Garage sale mereka ternyata mendapat banyak peminat. Halaman rumah mereka penuh oleh orang-orang yang datang untuk melihat barang bekas yang mereka jual. Satu per satu barang bekas itu mulai terjual. Perabot rumah tangga, buku-buku, pakaian, alat berkebun, mainan anak-anak, bahkan radio tua yang sudah tidak berfungsi pun masih ada yang membeli.

Seorang lelaki menghampiri Mrs. Smith.

"Berapa harga cermin itu?" katanya sambil menunjuk cermin tak terpakai tadi.

Mrs. Smith tercengang. "Wah, saya sendiri tidak berharap akan menjual cermin itu. Apakah Anda sungguh ingin membelinya?" katanya.

"Ya, tentu saja. Kondisinya masih sangat bagus." jawab pria itu.

Mrs. Smith tidak tahu berapa harga yang pantas untuk cermin jelek itu. Meskipun sangat mulus, namun baginya cermin itu tetaplah jelek dan tidak berharga.

Setelah berpikir sejenak, Mrs. Smith berkata, "Hmm ... anda bisa membeli cermin itu untuk satu dolar."

Dengan wajah berseri-seri, pria tadi mengeluarkan dompetnya, menarik selembar uang satu dolar dan memberikannya kepada Mrs. Smith.

"Terima kasih," kata Mrs. Smith, "Sekarang cermin itu jadi milik Anda. Apakah perlu dibungkus?"

"Oh, jika boleh, saya ingin memeriksanya sebelum saya bawa pulang." jawab si pembeli.

Mrs. Smith memberikan ijinnya, dan pria itu bergegas mengambil cerminnya dan meletakkannya di atas meja di depan Mrs. Smith. Dia mulai mengupas pinggiran bingkai cermin itu. Dengan satu tarikan dia melepaskan lapisan pelindungnya dan muncullah warna keemasan dari baliknya. Bingkai cermin itu ternyata bercat emas yang sangat indah, dan warna biru aqua yang selama ini menutupinya hanyalah warna dari lapisan pelindung bingkai itu!

"Ya, tepat seperti yang saya duga! Terima kasih!" sorak pria itu dengan gembira.

Mrs. Smith tidak bisa berkata-kata menyaksikan cermin indah itu dibawa pergi oleh pemilik barunya, untuk mendapatkan tempat yang lebih pantas daripada loteng rumah yang sempit dan

Kisah ini menggambarkan bagaimana kita melihat hidup kita. Terkadang kita merasa hidup kita membosankan, tidak seindah yang kita inginkan. Kita melihat hidup kita berupa rangkaian rutinitas yang harus kita jalani. Bangun pagi, pergi bekerja, pulang sore, tidur, bangun pagi, pegi bekerja, pulang sore, tidur. Itu saja yang kita jalani setiap hari.

Sama halnya dengan Mr. dan Mrs. Smith yang hanya melihat plastik pelapis dari bingkai cermin mereka, sehingga mereka merasa cermin itu jelek dan tidak cocok digantung di dinding. Padahal dibalik lapisan itu, ada warna emas yang indah.

Padahal di balik rutinitas hidup kita, ada banyak hal yang dapat memperkaya hidup kita. Setiap saat yang kita lewati, hanya bisa kita alami satu kali seumur hidup kita. Setiap detik yang kita jalani, hanya berlaku satu kali dalam hidup kita. Setiap detik adalah pemberian baru dari Tuhan untuk kita. Akankah kita menyia-nyiakannya dengan terpaku pada rutinitas? Akankah kita membiarkan waktu berlalu dengan merasa hidup kita tidak seperti yang kita inginkan?

Setelah dua puluh tahun, dan setelah terlambat, barulah Mrs. Smith menyadari nilai sesungguhnya dari cermin tersebut. Inginkah kita menyadari keindahan hidup kita setelah segalanya terlambat? Tentu tidak.

Sebab itu, marilah kita mulai mengikis pandangan kita bahwa hidup hanyalah rutinitas belaka. Mari kita mulai mengelupas rutinitas tersebut dan menemukan nilai sesungguhnya dari hidup kita.

Marilah kita mulai menjelajah hidup kita, menemukan hal-hal baru, belajar lebih banyak, mengenal orang lebih baik. Mari kita melakukan sesuatu yang baru. Mari kita membuat perbedaan! Dengan suatu semangat baru untuk menjalani hidup lebih baik setiap hari. berdebu.

( novel attamimi )