Selasa, 07 Oktober 2014

:: Mari Kita Berpikir Kecil Saja ::


"Size doesn’t matter"

Kita masih percaya itu? Bisa iya. Bisa juga tidak, sih. Yang jelas, dengan berpikir besar kita terdorong untuk menjadi pribadi besar dengan pencapaian yang besar. Kita sudah sejak lama memahami hal itu. Kali ini saya ingin mengajak Anda untuk melakukan sebuah eksperimen yang sebaliknya. Apakah itu? Berpikir kecil. Lho, kok berpikir kecil? Bukankah semua orang ingin menjadi besar dan sangat mendambakan ukuran yang besar-besar? Betul, tetapi faktanya kita sering sekali membutuhkan yang kecil-kecil. Bahkan ketika sedang berhadapan dengan suatu masalah, kita dinasihatkan, jangan membesar-besarkan hal yang kecil-kecil.


Kegandrungan kita terhadap teknologi nano adalah fakta tidak terbantahkan lainnya bahwa semakin hari, kebutuhan manusia semakin mengarah kepada "hal-hal yang kecil". Sebagian besar perangkat pendukung kehidupan kita dibuat menjadi semakin kecil, semakin compact, dan semakin percayalah kita bahwa semuanya semakin sesuai dengan kebutuhan kita yang sesungguhnya. Hal ini menunjukkan bahwa disadari atau tidak, sesungguhnya saat ini tengah terjadi "revolusi" dimana "yang kecil" mengambil alih peran dominan "yang besar". Dalam cara berpikirpun, sudah saatnya kita menyesuaikan diri dengan arus "revolusi" itu. Bagi Anda yang tertarik menemani saya bereksperimen dengan cara berpikir kecil.

Saya ajak untuk memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intelligence berikut ini:
   
1.   Membangkitkan Sikap Rendah Hati

 

Pernahkah Anda melihat seseorang patantang petenteng sekalian membangga-banggakan ‘kebesaran’ dirinya? Bagaimana kesan Anda terhadap orang itu? Kita bisa menilai orang dari cara berjalannya, cara berbicaranya, juga dari caranya memperlakukan orang lain. Sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang yang mengira dirinya besar cenderung terjebak oleh ‘jubah kebesarannya’ sehingga mereka harus mengimbangi ‘kebesaran’ itu dengan semakin membesarkan egonya sendiri. Sebaliknya, orang-orang yang merasa dirinya masih kecil meskipun pencapaiannya sudah sangat besar tetap bisa bersikap rendah hati. Kepada siapa Anda menaruh rasa hormat paling tinggi; mereka yang mengira dirinya besar dan bersikap arogan; atau kepada orang-orang yang memiliki pencapaian tinggi namun tetap bersikap rendah hati? Meskipun Anda sudah berhasil memperoleh pencapaian tinggi, tetapi berpikirlah kecil; karena diatas gunung masih ada gunung. Dan dengan kesadaran itu, Anda memupuk sikap rendah hati.

 2.   Merangsang untuk bermain di "playing ground" yang lebih besar


Mungkin Anda pernah bertemu dengan seseorang yang pencapaian hidupnya termasuk luar biasa. Namun dia berkata begini;”Saya ini belum ada apa-apanya, Mas….” Hanya karena berendam didalam bathtub, tidak berarti bahwa kita sudah menjadi orang yang besar. Mengapa? Bukan karena kitanya yang besar, tetapi bathtub-nya yang kecil. Berenanglah di kolam, maka tubuh Anda tidak lagi bisa menutupi semua permukaannya. Bersampanlah di sebuah danau, maka Anda akan tahu besarnya diri Anda itu masih terlalu kecil untuk luasnya danau. Dan berlayarlah di samudera, maka Anda akan lebih sadar bahwa diri kita ini tidak ada apa-apanya dihadapan jagat raya. Maka sekarang saya mengerti, mengapa orang-orang yang berhasil menjaga dirinya untuk tetap rendah hati tidak pernah berhenti untuk terus berprestasi. Semakin besar pencapaian mereka, semakin sadar betapa kecilnya mereka. Dan semakin terdoronglah mereka untuk bermain di ‘playing ground’ yang lebih besar. Jadi, jika Anda sering merasa diri sudah sangat besar, mungkin Anda perlu ikut mereka yang bermain di ‘playing ground’ yang lebih besar.

 3.   Segala hal besar dibangun dengan komponen-komponen kecil


Sebesar apa rumah tinggal Anda? Tidak akan sebesar itu tanpa butiran-butiran pasir. Sebesar apa perusahaan Anda? Tidak akan bisa besar seperti sekarang jika tidak ada ‘orang-orang kecil’ yang mau bekerja untuk Anda. Seberapa besar gaji yang Anda terima? Tidak akan sebesar itu jika tanpa kontribusi orang-orang bergaji lebih kecil yang Anda pimpin. Faktanya, semua hal besar yang ada dalam kehidupan kita dibangun dengan komponen-komponen kecil. Semoga hal ini semakin memperkuat kesadaran kita bahwa kebesaran yang saat ini kita miliki adalah hasil dari kontribusi peran-peran kecil yang mungkin sering tidak kita sadari bahkan mungkin terabaikan. Dengan kesadaran ini, maka kita bisa menjadi pribadi yang tetap berpijak diatas bumi. Terutama ketika berhadapan dengan orang lain yang kita nilai ‘kecil’ dihadapan kita.

 4.   Membangun rasa percaya diri



Salah satu masalah yang paling sering menghambat kesuksesan seseorang adalah rendahnya rasa percaya diri. Percayalah, sekecil apapun peran yang bisa kita mainkan pasti akan memberi dampak yang besar jika kita melakukannya dengan kesungguhan. Cobalah perhatikan orang-orang yang paling sukses di kantor Anda. Sebagian terbesar mereka adalah ‘mantan orang kecil’ seperti Anda beberapa belas atau puluhan tahun sebelumnya. Jadi, sungguh tidak relevan jika sekarang kita membanding-bandingkan diri dengan mereka. Berfokuslah dengan kemampuan diri Anda, mengoptimalkan penggunaannya, dan perbaikilah apa yang kurang didalamnya. Lama kelamaan, Anda akan memiliki kemampuan yang sama baiknya dengan mereka yang sudah menjadi besar. Bahkan, boleh jadi Anda bisa melampaui pencapaian mereka. Apakah Anda masih merasa minder dengan pencapaian kecil yang hari ini Anda dapatkan? Jika demikian, pupuklah rasa percaya diri Anda. Dan berfokuslah untuk mengaktualisasikan hal terbaik didalam diri Anda, dalam setiap karya yang Anda persembahkan.

 5.   Hal-hal kecil yang konsisten lebih berdampak daripada hal besar sekali tembak


Dalam banyak hal, kita sering tergoda untuk melakukan sesuatu yang ‘besar’ namun angin-anginan. Ketika semangat kita sedang memuncak, kita begitu menggebu-gebunya melakukan sesuatu. Begitu kita bosan? Kita mencampakkannya begitu saja. Pergilah ke fitness center setahun sekali. Lalu berolah ragalah sampai seluruh tenaga Anda terkuras habis dan setiap tetes keringat Anda mengering. Alih-alih menjadi sehat, Anda malah beresiko terkena serangan jantung. Begitu pula dalam aspek kehidupan kita yang lainnya. Kita tidak akan mungkin menghasilkan sesuatu yang benar-benar berdampak dengan melakukan hal besar sekali tembak. Melakukan hal kecil secara konsisten, itulah yang bisa membangun kemampuan terbesar kita. Membaca buku bagus, misalnya. Jika langsung lahap semuanya, maka kepala Anda akan pusing. Tetapi jika dicerna perlahan-lahan; Anda akan mampu memahaminya dengan baik. Saat menjalani hidup, lebih baik melakukan hal-hal kecil secara konsisten daripada mengerjakan hal besar namun hanya sekali tembak.

Berpikir kecil bisa membantu kita untuk menuju kepada pencaian yang semakin tinggi. Pada saat yang sama, berpikir kecil juga menjaga diri kita untuk tetap berada dalam sikap bersahaja dan kerendahan hati. Sebab, dengan berpikir kecil; kita tetap bisa melihat peran orang-orang kecil. Dan semakin hari, kita semakin menyadari bahwa sebesar apapun kita, sungguh sangat kecil dihadapan Dia Yang Maha Besar.

Mereka yang memiliki pencapaian tinggi namun tetap rendah hati, jauh lebih indah perangainya dibandingkan mereka yang sudah merasa dirinya terlalu besar untuk mengakui peran orang-orang kecil terhadap kebesaran dirinya.

Mari Berbagi Semangat!

Satu hal yang membuat perbedaan besar dalam hidup Anda adalah menemukan pelajaran baru dari apa yang selama ini Anda pikir sudah Anda ketahui semua. Kesadaran bahwa tidak ada sesuatu yang final di dunia ini, bahwa ternyata Anda harus terus belajar karena tidak mungkin Anda bisa tahu semua, ini-lah yang akan membuka kesuksesan lebih besar lagi dalam hidup Anda.

 ~Ralph Lynn~ 

TETAP FOKUSKAN DIRI KITA PADA PIKIRAN-PIKIRAN
YANG POSITIF DAN MENYENANGKAN



SUMBER SOURCE : PAGE "KUMPULAN KISAH NYATA PEMBERI INSPIRASI DAN MOTIVASI HIDUP"

Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/ 

(strawberry)

Cinta dan Tipe Kepribadian..


Hemmm...sebuah teori tentang cinta yang ku dapatkan di blog Noveloke..Disini ia membahas tentang hubungan pria dengan wanita, membuat saya berpikir ternyata masalah yang dihadapi oleh pria pun tak jauh beda dengan apa yang dialami wanita.  Terutama saya pribadi, yang mungkin sampai saat ini masih  belum menemukan keberhasilan dalam cinta. Pernah mengalami di putuskan dan memutuskan serta meninggalkan (disaat tidak menemukan kecocokan). Pemikiran saya pribadi memang kita sangat menginginkan pasangan, siapa yang tak ingin mendapatkan kasih sayang, perhatian serta cinta dari lawan jenis yaitu kekasih kita. Semua pasti menginginkan setiap hubungan dengan pasangan kita berlanjut sampai ke jenjang pernikahan, tapi disaat kita memiliki pasangan, kemudian kita sudah berusaha memahami dan mencoba bertahan tapi justru tidak mendapatkan dukungan dari pasangan sehingga kita merasakan ketidak kebahagiaan, apa harus meneruskannya.
Meski disaat kita memutuskan mengakhiri semuanya bukan hanya salah satu pihak yaitu yang diputuskan yang tersakiti,  yang memilih untuk mengakhiri pun terasa berat. Mengakhiri hubungan berati harus bersiap kembali untuk memulai kembali hubungan yang baru, itu berati harus memulai segalanya dari nol, belum lagi ditambah harus menyembuhkan luka di hati, dan harus kembali berdamai dengan diri sendiri untuk kembali menumbuhkan kepercayaan diri agar benar-benar siap membuka hati kembali untuk yang lain.
Berat memang tapi itulah sebuah pilihan. Tetapi yang terpenting tidak perlu sampai patah semangat di dalam menemukan cinta, karena pasti suatu saat nanti kita akan menemukan pasangan yang sesuai dengan diri kita. Mungkin pasangan kita pun sedang dipersiapkan sebelum bertemu dengan kita, atau mungkin kita yang dipersiapkan menjadi lebih baik agar sesuai dengan  pasangan yang sudah dipersiapkan untuk kita. (sedikit kata dariku...dee'09)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hemmm...sebuah teori tentang cinta yang ku dapatkan di blog Noveloke..Disini ia membahas tentang hubungan pria dengan wanita, membuat saya berpikir ternyata masalah yang dihadapi oleh pria pun tak jauh beda dengan apa yang dialami wanita. Terutama saya pribadi, yang mungkin sampai saat ini masih belum menemukan keberhasilan dalam cinta. Pernah mengalami di putuskan dan memutuskan serta meninggalkan (disaat tidak menemukan kecocokan). Pemikiran saya pribadi memang kita sangat menginginkan pasangan, siapa yang tak ingin mendapatkan kasih sayang, perhatian serta cinta dari lawan jenis yaitu kekasih kita. Semua pasti menginginkan setiap hubungan dengan pasangan kita berlanjut sampai ke jenjang pernikahan, tapi disaat kita memiliki pasangan, kemudian kita sudah berusaha memahami dan mencoba bertahan tapi justru tidak mendapatkan dukungan dari pasangan sehingga kita merasakan ketidak kebahagiaan, apa harus meneruskannya.
Meski disaat kita memutuskan mengakhiri semuanya bukan hanya salah satu pihak yaitu yang diputuskan yang tersakiti, yang memilih untuk mengakhiri pun terasa berat. Mengakhiri hubungan berati harus bersiap kembali untuk memulai kembali hubungan yang baru, itu berati harus memulai segalanya dari nol, belum lagi ditambah harus menyembuhkan luka di hati, dan harus kembali berdamai dengan diri sendiri untuk kembali menumbuhkan kepercayaan diri agar benar-benar siap membuka hati kembali untuk yang lain.
Berat memang tapi itulah sebuah pilihan. Tetapi yang terpenting tidak perlu sampai patah semangat di dalam menemukan cinta, karena pasti suatu saat nanti kita akan menemukan pasangan yang sesuai dengan diri kita. Mungkin pasangan kita pun sedang dipersiapkan sebelum bertemu dengan kita, atau mungkin kita yang dipersiapkan menjadi lebih baik agar sesuai dengan pasangan yang sudah dipersiapkan untuk kita. (sedikit kata dariku...dee'09)


Dari dulu, kalau saya menyukai seorang wanita, saya tidak pernah berhasil mendapatkannya, tidak pernah mengalami penolakan sih, tapi saya selalu mundur teratur bila ada sedikit saja indikasi penolakan dari wanita yang saya sukai. Baru-baru ini, saya dikenalkan oleh salah seorang teman saya dengan seorang wanita yang saya anggap menarik, dua kali saya mencoba untuk menelponnya tapi waktu itu tidak diangkat, mungkin dia masih sibuk. Saya mencoba mengirim e-mail, awalnya ada komunikasi, setelah itu tidak ada balasan dari dia. Saya menghentikan usaha saya untuk mendekatinya, saya merasa ada harga diri yang harus dipertahankan. Itukah yang dinamakan cinta?

Tahun 2002 untuk pertama kalinya saya merasakan apa itu pacaran. Awalnya perasaan saya biasa-biasa saja pada dia, tetapi karena desakan sahabat-sahabat, saya akhirnya mendekatinya. Setelah ada komitmen, hari demi hari perasaan saya bertambah lekat pada dia. Tapi akhirnya saya juga tahu, saya diterima bukan karena saya disukai tapi hanya sebagai pelarian semata. Hubungan kami tidak berlangsung lama, persis 8 bulan kami berpisah, saya ternyata kalah dengan kecemburuan saya dengan mantannya. Sikapnya terhadap mantan membuat saya cemburu, diapun tidak bisa memilih antara saya dan mantannya. Apakah sikap saya adalah cinta? Apakah sikap dan pilihannya adalah cinta?

Walaupun sampai sekarang saya tidak pernah berhasil mendapatkan wanita yang benar-benar saya sukai, tidak sedikit wanita yang menyukai saya, tidak kurang dari 8 orang, bahkan diantaranya ada yang agresif. Kenapa saya tidak menyukai mereka? Apakah saya orang yang terlalu cerewet untuk memilih pasangan? Hmmm, nggak tahulah, yang pasti saya tidak pernah mau main-main dalam jodoh, tidak ingin mencoba-coba, saya lebih ingin mendapatkan yang benar-benar sreg, seperti kata iklan, "saya tidak mau kompromi, apalagi soal jodoh" :D Salah seorang cewek itu berasal dari kota yang berbeda, diperkenalkan oleh salah seorang teman saya. Yang saya herankan dia sudah berani bilang menyukai saya padahal waktu itu baru 1x ketemu. Saya sudah pernah berterus terang pada dia bahwa saya hanya menganggapnya sebagai teman, tidak lebih. Awalnya saya mengira persoalannya sudah selesai waktu itu dan kami bisa jadi teman baik, ternyata saya salah, sehingga saya memilih tidak pernah membalas e-mail, SMS dan telponnya. Saya berharap dengan tidak membalas semuanya, dia akhirnya bisa sadar, saya takut dia akan lebih sakit lagi kalau saya memberinya harapan. Sampai sekarang saya selalu menerima SMS-nya 2x sehari, saya selalu terenyuh bila membaca SMS-nya yang berbunyi, "Ko, aku kangen" :( Apakah itu yang dinamakan cinta?

Dari jaman purbakala sampai detik ini sering kita melihat pasangan-pasangan yang selalu rukun dan mesra sampai kiki dan nini, tetapi tidak jarang kita melihat pasangan-pasangan yang sudah ribut walaupun baru jadian 1 menit. Lalu apakah cinta itu sebenarnya? Apakah tipe kepribadian seseorang mempengaruhi intensitas cinta tesebut?

CINTA

Sudah banyak lagu digubah, puisi ditulis, dan kanvas dilukis untuk menggambarkan cinta. Tapi apakah cinta itu sebenarnya? Tentunya seorang pelukis akan berbeda dengan seorang pencipta lagu dalam menjelaskan cinta. Bahkan setiap orang akan mendefinisikan cinta dengan cara yang berbeda.

Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia, sudah lama tertarik dengan konsep cinta (misalnya Eric Fromm dan Maslow) karena manusia satu-satunya makhluk yang dapat merasakan cinta. Hanya saja masalahnya, sebagai sebuah konsep, cinta sedemikian abstraknya sehingga sulit untuk didekati secara ilmiah. Saya mencoba memilih teori seorang psikolog, Robert Sternberg (1988), yang telah berusaha untuk menjabarkan cinta dalam konteks hubungan antara dua orang.

Menurut Sternberg (1988), cinta adalah sebuah kisah, kisah yang ditulis oleh setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan kepribadian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. Ada kisah tentang perang memperebutkan kekuasaan, misteri, permainan dan sebagainya. Kisah pada setiap orang berasal dari “skenario” yang sudah dikenalnya, apakah dari orang tua, pengalaman, cerita dan sebagainya. Kisah ini biasanya mempengaruhi orang bagaimana ia bersikap dan bertindak dalam sebuah hubungan.

Sternberg (1988) terkenal dengan teorinya tentang Triangular Theory of Love (segitiga cinta). Segitiga cinta itu mengandung komponen:

1. Keintiman (intimacy)
2. Gairah (passion)
3. Komitmen (commitment)

Keintiman adalah elemen emosi, yang di dalamnya terdapat kehangatan, kepercayaan (trust) dan keinginan untuk membina hubungan. Ciri-cirinya antara lain seseorang akan merasa dekat dengan seseorang, senang bercakap-cakap dengannya sampai waktu yang lama, merasa rindu bila lama tidak bertemu, dan ada keinginan untuk bergandengan tangan atau saling merangkul bahu.

Gairah adalah elemen motivasional yang didasari oleh dorongan dari dalam diri yang bersifat seksual.

Komitmen adalah elemen kognitif, berupa keputusan untuk secara sinambung dan tetap menjalankan suatu kehidupan bersama.

Menurut Sternberg (1988), setiap komponen itu pada setiap orang berbeda derajatnya. Ada yang hanya tinggi di gairah, tapi rendah pada komitmen. Sedangkan cinta yang ideal adalah apabila ketiga komponen itu berada dalam proporsi yang sesuai pada suatu waktu tertentu. Misalnya pada tahap awal hubungan, yang paling besar adalah komponen keintiman. Setelah keintiman berlanjut pada gairah yang lebih besar (dalam beberapa budaya), disertai dengan komitmen yang lebih besar. Misalnya melalui perkawinan.

Cinta dalam sebuah hubungan ini tidak selalu berada dalam konteks pacaran atau perkawinan. Pola-pola proporsi ketiga komponen ini dapat membentuk berbagai macam tipe hubungan seperti terlihat dalam gambar.


Dari ketiga komponen cinta diatas, dapat membentuk delapan kombinasi jenis cinta sebagai berikut:

1. Nonlove, tak ada gairah yang timbul, biasanya hubungan dengan orang dalam lingkungan sehari-hari karena interaksinya hanya bersifat sepintas saja, tidak memiliki komponen gairah, keintiman dan komitmen

2. Liking (persahabatan), sebagai salah satu komponen emosi yang ada adalah perasaan suka bukanlah cinta, hanya memiliki komponen keintiman

3. Infatuation love (ketergila-gilaan), gairah yang timbul tanpa keintiman dan komitmen, biasanya cinta yang terjadi pada pandangan pertama

4. Empty love (cinta kosong), ada unsur komitmen tetapi kurang intim dan kurang gairah. Hubungan yang lama akan semakin membosankan

5. Romantic love (cinta romantis), hubungan intim yang menggairahkan tetapi kurang komitmen sehingga pasangan yang jatuh cinta romantis ini terbawa secara fisik dan emosi, tetapi tidak mengharapkan hubungan jangka panjang

6. Companionate love, hasil dari komponen keintiman dan komitmen tanpa adanya gairah cinta. Dalam perkawinan yang lama tidak akan menggairahkan secara fisik lagi

7. Fatous love (cinta buta), mempunyai gairah dan komitmen tetapi kurang intim, dimana cinta ini sulit dipertahankan karena kurang adanya aspek emosi

8. Consummate love (cinta yang sempurna), yaitu cinta yang tersusun atas komponen keintiman, gairah dan komitmen.

Pada remaja, diharapkan mulai mengenali cinta melalui hubungan yang mengandung komponen keintiman. Mulai dari tahap perkenalan, lalu menjadi teman akrab, lalu sahabat. Pada tahap persahabatan, baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis kelamin, diharapkan berkembang perasaan hangat, kedekatan dan emosi-emosi lain yang lebih kaya. Dalam hubungan antar jenis, persahabatan dapat berkembang dengan komitmen pacaran. Pada tahap pacaran ini keintiman dapat muncul komponen gairah dengan proporsi yang relatif rendah.

Pada pasangan yang telah dewasa, bila faktor-faktor emosional dan sosial telah dinilai siap, maka hubungan itu dapat dilanjutkan dengan membuat komitmen perkawinan. Dalam perkawinan, diharapkan ketiga komponen ini tetap hadir dan sama kuatnya.

Pada budaya tertentu, komitmen dianggap sebagai kekuatan utama dalam perkawinan. Karena itu banyak perkawinan (dalam budaya tersebut) yang hanya dilandasi oleh komitmen masing-masing pihak pada lembaga perkawinan itu sendiri. Perkawinan dipandang sebagai keharusan budaya dan agama untuk melanjutkan keturunan, atau karena usia, atau untuk meningkatkan status, atau sebab-sebab lain. Perkawinan seperti ini akan terasa kering karena baik suami maupun istri hanya menjalankan kewajibannya saja.

Variasi lain, perkawinan hanya dianggap sebagai lembaga yang mengesahkan hubungan seksual. Perkawinan semacam ini kehilangan sifat persahabatannya, yang ditandai dengan tidak adanya kemesraan suami istri, seperti makan bersama, berbincang-bincang, saling berpelukan dan sebagainya.

Seperti telah diuraikan sebelumnya, pola hubungan cinta seseorang sangat ditentukan oleh pengalamannya sendiri mulai dari masa kanak-kanak. Bagaimana orang tuanya saling mengekspresikan perasaan cinta (atau malah bertengkar melulu), hubungan awal dengan teman-teman dekat, kisah-kisah romantis sampai yang horor, dan seterusnya, akan membekas dan mempengaruhi seseorang dalam berhubungan. Karenanya setiap orang disarankan untuk menyadari kisah cinta yang ditulis untuk dirinya sendiri.

Memang teori Sternberg (1988) tentang cinta ini belumlah lengkap dan memuaskan semua orang. Misalnya bagaimana teori ini dapat menjelaskan cinta ibu terhadap anaknya? Atau bagaimana cinta dapat dipertentangkan dengan perang dan kebencian? Hanya saja, sebagai sebuah deskripsi ilmiah terhadap fenomena cinta, teori ini dapat dikatakan cukup membantu dalam memetakan pola-pola hubungan cinta antar individu.

TIPE KEPRIBADIAN

Usaha-usaha untuk menyusun teori dalam psikologi kepribadian telah sejak lama dilakukan orang. Hasil-hasil dari usaha-usaha tersebut ada yang nilai ilmiahnya masih jauh dari memadai dan karenanya dapat disebut usaha-usaha yang masih bersifat prailmiah seperti chirologi (ilmu gurat tangan), astrologi (ilmu perbintangan), grafologi (ilmu tulisan tangan), phisiognomi (ilmu tentang wajah), phrenologi (ilmu tentang tengkoran) dan onychologi (ilmu tentang kuku).

Usaha-usaha yang lebih tinggi nilainya dilakukan oleh Hippocrates, bapak ilmu kedokteran, yang berpendapat bahwa diri seseorang terdapat 4 macam cairan tubuh yang mempengaruhi karakter seseorang yaitu: empedu kuning, empedu hitam, lendir dan darah merah. Galenus menyempurnakan teori Hippocrates ini. Teori Hippocrates dan Galenus dikaji lebih dalam lagi oleh seorang dari kalangan filsafat, Immanuel Kant, tentang kholeris, melankholis, phlegmatis dan sanguinis. Pada abad ke-20, teori diatas kemudian dimunculkan kembali oleh Florence Littauer dalam bukunya Personality Plus.

Masih banyak lagi teori-teori tentang kepribadian, baik teori dari Edwar Spranger, Kurt Lewin, Carl Rogers, Jung, H.J. Eysenck, dll. Pada tahun 2004, Taylor Hartman mencoba membedakan kepribadian manusia dengan menggunakan kode warna, karena masih baru, teori Taylor Hartman ini sangat menarik untuk diulas.

Setiap orang memiliki kepribadian dasar. Kepribadian seseorang telah terbentuk sejak nafas pertama ditiupkan di dalam kandungan. Kepribadian seseorang memang dapat berkembang tetapi tidak akan keluar dari sifat-sifat inti atau dasarnya. Kepribadian adalah inti pikiran dan perasaan didalam diri seseorang yang memberitahu bagaimana ia membawa diri. Kepribadian merupakan daftar respon berdasarkan nilai-nilai dan kepercayaan yang dipegang kuat. Kepribadian akan mengarahkan reaksi emosional seseorang disamping rasional terhadap setiap pengalaman hidup. Dengan kata lain, kepribadian adalah proses aktif didalam setiap hati dan pikiran seseorang yang menentukan bagaimana ia merasa, berpikir dan berperilaku (Hartman, 2004).

Taylor Hartman (2004) membagi tipe kepribadian menurut empat aspek dominan didalam alam – api, tanah, air dan udara. Atas dasar ini kemudian ia membedakan empat tipe kepribadian orang menurut kode warna, yaitu tipe kepribadian merah, biru, putih dan kuning. Kepribadian merah merepresentasikan sifat-sifat api – memiliki semangat yang membara dalam kehidupan; kepribadian biru merepresentasikan sifat-sifat tanah – kuat dan teguh dalam pendirian; kepribadian putih merepresentasikan sifat-sifat dasar air – mengalir dan mengikuti arus; kepribadian kuning merepresentasikan sifat-sifat angin – bertiup kesana kemari. Masing-masing tipe kepribadian memiliki keunikan sendiri yang merupakan gabungan antara kekuatan dan kelemahan.

Kepribadian memang bersifat unik, sehingga tidak ada satu orangpun yang sama persis dengan orang yang lain, meski terlahir kembar satu telur. Memang ada jutaan variasi kepribadian, namun menurut Hartman (2004) kepribadian setiap orang dapat digolongkan menurut motif dasar, kebutuhan dan keinginan yang cenderung stabil sepanjang hayat. Di pandang dari sudut perbedaan motif dasar, kebutuhan dan keinginan maka setiap orang dapat digolongkan kedalam tipe kepribadian merah, biru, putih dan kuning. Penggolongan berdasarkan warna ini dengan maksud agar lebih mudah untuk diingat.

Seseorang akan dapat menemukan perbedaan-perbedaan motif dasar, kebutuhan dan keinginan diantara empat tipe kepribadian, yakni merah, biru, putih dan kuning. Untuk uraian 4 tipe kepribadian ini sangat panjang, saya mencoba untuk membatasinya hanya pada tipe cintanya aja ya.

* Kepribadian merah menjalani hidup dengan penuh kekuatan. Merah sangat berkomitmen pada tujuan dan bertekad untuk menyelesaikan apapun yang disodorkan kehidupan di hadapannya. Kepribadian merah begitu penuh tekad dan produktif sehingga keintiman diabaikan atau disangkal sebagai bukan hal penting.

* Kehidupan adalah rangkaian komitmen bagi biru. Berkomitmen pada hubungan mungkin merupakan kekuatan biru yang terbesar. Biru senang bersama orang lain dan dengan sukarela mengorbankan keuntungan pribadi demi memiliki hubungan yang akrab. Biru memberi diri dengan murah hati dalam hubungan bernilai. Karena kesediaan untuk komit dalam hubungan, biru menjalin persahabatan mendalam yang seringkali berlangsung seumur hidup. Biru sangat bisa diandalkan dan memandang janji verbal sama mengikatnya seperti kontrak tertulis manapun, bangga akan kemampuan mempertahankan hubungan jangka panjang. Sifat mengagumkan ini memberi kredibilitas konsep bahwa biru biasanya menikmati hubungan yang jauh lebih kaya daripada tipe kepribadian manapun. Biru sepenuhnya setia pada orang. Biru tetap setia dalam masa senang dan susah. Ketika orang menyadari dalamnya komitmen biru, mudah dipahami mengapa cuaca baik dan buruk tidak banyak berdampak pada kesetiaan biru.

* Biru dan putih sama-sama mampu sangat komit pada satu sama lain. Biru dan putih menghargai rasa aman dan menemukan hubungan dalam komitmen sebagai cara paling alamiah untuk menikmati hidup. Biru cenderung merasakan komitmen emosional yang mendalam pada orang, sementara putih merasa mudah menerima dan mencintai orang-orang yang dijumpai. Putih toleran dan menerima orang lain. Putih komit tanpa banyak ribut dalam hubungan.

* Tidak ada kepribadian lain yang mengejar kesenangan seperti kuning. Kuning seringkali hidup untuk bermain. Ketika kuning tertekan ditempat kerja atau dirumah, hobi yang membangkitkan energi atau liburan singkat menggantikan wajah lusuh dengan semangat kemudaan. Kuning tidak mengerti mengapa ada yang mau komit pada sesuatu yang tidak mengandung kesenangan didalamnya. Karena menyukai kesenangan dan tidak suka dikekang, kuning jarang mau terikat dalam suatu pernikahan.


Pada penjabaran dari Hartman (2004) diatas,
dapat disimpulkan bahwa :

1. Tipe biru dan putih mempunyai komitmen paling tinggi dalam hubungan dengan pasangan. Biru cenderung merasakan komitmen emosional yang mendalam pada orang, sementara putih merasa mudah menerima dan mencintai orang-orang yang dijumpai. Putih toleran dan menerima orang lain. Putih komit tanpa banyak ribut dalam hubungan.

2. Tipe kuning mempunyai kadar komitmen yang paling rendah, kuning menyukai kesenangan dan tidak suka dikekang.

3. Tipe merah adalah tipe kepribadian yang paling rendah keintimannya karena kepribadian merah begitu penuh tekad dan produktif sehingga keintiman diabaikan atau disangkal sebagai bukan hal penting.


Diposkan oleh Novel Attamimi



Dari SMS .....

Hidup tak selamanya indah!!

Tawa,tangis,bahagia,kasih,sayang,cinta dan dusta bertaburan didalamnya.

Terkadang kita merasa hebat dari yang lain,tanpa sadar kita telah tunjukkan kelemahan.

Kita merasa kaya dari yg lain,tanpa sadar kita telah tunjukkan hati yang miskin,

Kita tunjukkan rasa cinta pada seseorang tanpa sadar kita telah  memberi peluang untuk disakiti dan patah hati.

Hidup adalah pilihan,tidak memilihpun pilihan, ada konsekuansi disetiap pilihan.
Hidup butuh keberanian mencoba atau tidak sama sekali, berpikir positif pada apa yang didapatkan, apa yang dijalani dan apa yang dirasakan.


Tersenyumlah !!!!

Karena seluruh dunia akan menemanimu dan jangan bersedih karena kamu tak akan sendiri.



Versi lengkap sms dari adek Dian Dy, yang ku jadikan status, ku  masukkan dalam catatanku ini, kalo tersimpan di HP ujung2nya kehapus...

Wanita Yang Hebat ...


Dari bagian depan buku chicken soup cuma aku lupa yang edisi apa soalnya aku terburu2 melihatnya..karena waktu itu takut ketinggalan kereta dan tetep juga gak kebagian tiket... xixixixixi



Para wanita cantik bertanya-tanya di mana rahasiaku terletak.
Aku tidak mungil atau memiliki bentuk tubuh yang aduhai
Tetapi ketika aku mulai mengatakan pada mereka,
Mereka pikir aku berdusta.
Aku berkata,
Itu dalam jangkauan tanganku,
Dalam rentang pahaku,
Dalam jengkal langkahku,
Dalam cibiran bibirku.
Aku seorang wanita
Secara luar biasa
Wanita yang hebat.
Itulah aku

aku berjalan memasuki ruangan
Sesejuk kamu menyambut,
Dan kepada seorang lelaki,
Orang-orang yang berdiri atau berlutut.
Lantas mereka mengerumuniku,
Sarang lebah madu.
Aku berkata,
Itu adalah api dalam mataku,
Dan kemilau gigiku,
goyangan dalam pinggulku,
Dan kegembiraan dalam kakiku.
Aku seorang wanita
Secara luar biasa
Wanita yang hebat,
Itulah aku.

Kaum lelaki sendiri bertanya-tanya
apa yang merekla lihat dalam diriku.
Mereka berusaha mati-matian
Tapi mereka tidak dapat menyentuh
Misteri batinku.
Ketika aku mencoba menunjukkan pada mereka
Mereka mengatakan mereka tidak dapat melihat.
Aku mentakan,
Itu dalam lengkungan punggungku,
Mentari senyumku,
Debaran jantungku,
Kenggunan gayaku.
aku seorang wanita
Secara luar biasa.
Wanita yang hebat,
Itulah aku

Sekarang kamu mengerti
Mengapa kepalamu tidak tertunduk.
aku tidak berteriak atau melompat
Atau harus bicara begitu keras.
Ketika kamu melihatku berlalu
Itu harusnya membuatmu bangga.
Aku mengatakan,
Itu ada dalam bunyi tumitku,
Dalam rambutku yang mengombak,
dalam tapak tanganku,
Kebutuhan akan kepedulianku.
Sebab aku seorang wanita
Secara luar biasa.
Wanita yang hebat,
Itulah aku.

    LAMARANMU KU TOLAK ------ ( menjadi KU TERIMA PINANGANMU DGN HAMDALLAH')

    Kudapatkan kembali cerita ini dari organisasi komunitas...sayang sekali kemarin aku lupa mencatatnya komunitas apa hanya sempat copy paste disini. Kalo ku baca seperti kisah seseorang yang melamar menjasi karyawan di suatu perusahaan.


    oleh: cahaya penyegar dunia


    RENUNGAN HARI INI.. biar bikin seger hati,,

    mungkin ini hanya kisah lama

    namun coba baca dan renungkan makna nya,,


    (Kisah Sederhana, Jenaka tapi Penuh Makna) ^_^
    ※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※

    Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya.

    Melalui ta'aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah.

    Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.

    Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda.

    Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya.
    Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk 'merebut' sang perempuan muda, dari sisinya.
    "Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?" tanya sang setengah baya.

    "Iya, Pak," jawab sang muda.

    "Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? " tanya sang setengah baya sambil menunjuk si perempuan.

    "Ya Pak, sangat mengenalnya, " jawab sang muda, mencoba meyakinkan.

    "Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!" balas sang setengah baya.

    Si pemuda tergagap, "Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu."

    "Lamaranmu kutolak. Itu serasa 'membeli kucing dalam karung' kan, aku takmau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya.

    Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?" balas sang setengah baya, keras.
    Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda. Bisiknya, "Ayah, dia dulu aktivis lho."

    "Kamu dulu aktivis ya?" tanya sang setengah baya.

    "Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus," jawab sang muda, percaya diri.

    "Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo rumahku ini kan?"

    "Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak yang nggak datang kalau saya suruh berangkat."

    "Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?"
    Sang perempuan membisik lagi, membantu, "Ayah, dia pinter lho."

    "Kamu lulusan mana?"

    "Saya lulusan Teknik Elektro UGM Pak. UGM itu salah satu kampus terbaik di Indonesia lho Pak."

    "Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM ini tho? Menganggap saya bodoh kan?"

    "Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak."

    "Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik anak-anakmu kelak?"
    Bisikan itu datang lagi, "Ayah dia sudah bekerja lho."

    "Jadi kamu sudah bekerja?"

    "Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera jualan produk saya Pak."

    "Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu."

    "Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak terlalu laku."

    "Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu, kalau kerja saja nggak becus begitu?"
    Bisikan kembali, "Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya."

    "Rencananya maharmu apa?"

    "Seperangkat alat shalat Pak."

    "Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf."

    "Tapi saya siapkan juga emas satu kilogram dan uang limapuluh juta Pak."

    "Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku."
    Bisikan, "Dia jago IT lho Pak"

    "Kamu bisa apa itu, internet?"

    "Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak saya nge-net."

    "Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata."

    "Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak."

    "Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Facebook, Blog, Twitter, Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu."
    Bisikan, "Tapi Ayah..."

    "Kamu kesini tadi naik apa?"

    "Mobil Pak."

    "Lamaranmu kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya Riya'. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik."

    "Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir"

    "Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini namanya payah. Memangnya anakku supir?"
    Bisikan, "Ayahh.."

    "Kamu merasa ganteng ya?"

    "Nggak Pak. Biasa saja kok"

    "Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang cantik ini."

    "Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak."

    "Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!"
    Sang perempuan kini berkaca-kaca, "Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?"

    Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang muda yang sudah menyerah pasrah.

    "Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur'an dan Hadits?" Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga.

    Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, "Pak, dari tiga puluh juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja.

    Hadits-pun cuma dari Arba'in yang terpendek pula."

    Sang setengah baya tersenyum, "Lamaranmu KUTERIMA anak muda. Itu cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja pun, aku masih tertatih."

    Mata sang ANAK muda ikut berkaca-kaca.


    Ini harus happy ending, bukan? ^_^



    sumber:sang_nashah@yahoo.com


    Jumat, 22 Februari 2013

    Buat Calon Suamiku Tercinta.....


    Iseng-iseng menjelajah ke blog tetangga...



    Dengan segala rindu dan cinta......
    Bagaimanakah kabarmu sekarang wahai orang asing? Pasti saat ini kau sedang berjuang untuk kehidupanmu kelak.

    Calon Suamiku....
    Kapankah aku akan bertemu denganmu? Apakah sekarang kau berada jauh di sana atau bahkan kau adalah seorang yang saat ini dekat sekali denganQ dan bisa kulihat wajahmu setiap hari? Ahh.... sedikitpun aku tak bisa melihat bayangan dirimu. Siapapun dirimu dan dimanapun kamu, disini aku selalu menantimu...
    Seandainya saja kau tahu bahwa sekarang calon istrimu ini sedang bersedih hati, pasti kau akan menghapus air mataku dan merubahnya menjadi sebuah senyuman manis buatmu.

    Calon Suamiku....
    Aku percaya kau adalah sosok yang bisa meluluhkan hatiku ini, kau pasti adalah seorang lelaki yang manis, banyak senyum dan mampu memahami karakterku yang manja dan rewel. Aku juga percaya setelah bertemu dirimu nanti aku bisa merubah segala sifatku. Aku akan luluh karena cinta tulusmu, sehingga kelak aku bisa mengorbankan seluruh hidupku pada mu.... bahkan aku pasti akan menangis haru melihat kesabaranmu membimbingku.....

    Calon Suamiku...
    Berjuanglah mencari ilmu sebanyak-banyaknya, agar kelak kita menjadi tauladan umat dan kehidupan kita memberi manfaat bagi masyrakat.

    Calon Suamiku...
    Detik-detik ini aku merasakan resah dan gelisah yang begitu dahsyat. Ku coba membendungnnya namun sia-sia. Ku coba menhgapusnya dari benakku, namun rasa ini semakin mengusik kalbuku dan mengubahnya menjadi sepercik pancaran kerinduan yang menyayat sembilu kalbu

    Calon Suamiku...
    Keresahan ini tak seharusnya terjadi, seakan jarang tercipta untukku. Hangatkan aku dengan sebatang lilin di tengah badai ini. Jangan biarkan aku meredup dan membeku karena lilin itu adalah segalanya yang tersisa. Berusahalah untuk selalu di sampingku. Bentangkan maumu kita raih semuanya, impikanlah apa yang kau impikan.
    Rindukan diriku selagi kau punya waktu. Karena kaulah satu-satu nya yang ku andalkan saat diriku tak mampu berdiri sendiri di sini. Biarkan aku menceritakan hari-hari yang telah ku lalui. Cobalah tuk mengerti keadaan ini. Sebab ku akan rapuh saat kau jauh.

    Calon Suamiku...
    Ingin sekali saat ini,aku ceritakan kisah ku,ingin ku  ungkap semua isi hati ku ini, cinta, rindu, benci dan resah yang saat ini sedang aku rasakan.....
    Saat ini tiada tempat bagi ku berbagi suka dan duka ku, tiada seorang yang mau mendengar kan keluh kesah ku dan memberikan senyum cintanya.

    Calon suamiku....
    Sunguh aku rindu kehadiranmu di sisiku tapi tak mungkin itu hal yang mustahil, sebab aku harus menggapai cita-cita sebelum aku tahu siapa dan dimana kamu sebenarnya....
    Mungkin hanya dengan catatan kecil ini bisa aku ungkapkan sedikit dari suara-suara hatiku, aku igin bersandar sejenak di bahumu untuk merebahkan segala kesedihan ku ini.

    Calon suamiku.....
    Aku ingin mendengar candamu, aku ingin kau menuntunku berjalan, aku ingin kau bentangkan sayapmu untuk membawaku terbang dari kenangan-kenangan yang semu. Namun, bayanganmu begitu samar, akankah saat ini jarak dan waktu telah mempertemukan kita dan saat ini kau sudah mengenalku atau kau sama sekali belum melihat wajah ku. Biarlah jawaban itu ku temukan kelak.

    Calon suamiku....
    Aku mohon dengarkanlah suara hatiku ini... ajarkan aku melupakan yang telah lalu.... cintailah aku setulus hatimu, terimalah aku apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihanku sehingga kelak kita mempunyai sebuah keluarga yang penuh cinta, ketenangan, kedamaian dan keridhoannya.....

              AMIIN......

    Calon suamiku ..........
    Aku berjanji kan selalu menemani langkahmu dalam helai nafasmu .... saat kau dengan senandungku akan terlihat jelas di matamu, bahwa aku adalah ‘’ANUGERAH TERINDAH YANG PERNAH KAU MILIKI’’

    Calon suamiku....
    Aku akan menantimu sampai saat itu tiba, dan kita gapai bersama ridhoNya, merajut hari-hari indah kita menjadi selendang kebahagiaan. Dunyan wa ukhron..... Amin*


    @lee read 1