Minggu, 09 Januari 2011

Cinta setelah Perasaan berperan 

Sesekali sambil memasang telinga mendengarkan orang sebelah berkeluh mengenai cowoknya yang sangat amburadul ketika kemarin diajak jalan ~ hahaha ~ "nguping" ( hussh jangan keras-keras ) **** aghhhhh jadi inget seseorang huhui ***

Sesekali sambil menulis ini aku sambil tersenyum kecil melihat aksi bisik-bisik mereka,

Bicara lagi tentang cinta, mungkin sudah sering ku ketikkan huruf cinta ini entah berapa ratus puluh kali jumlahnya bila dikumpulkan, tapi disini aku tak akan kembali tanyakan "apa itu cinta?" tapi lebih pada setelah perasaan itu sendiri.... Tuingssss

Cinta, adakah yang akan abadi tanpa pernah berubah? Benarkah ada yang berani beri jawaban untuk bisa mencintai seseorang di umur hidupnya? Setiap pasangan entah itu pasangan baru ataupun lama, pasti menginginkan sebuah hubungan yang abadi sebuah kelanggengan sehidup semati, tapi benarkah janji sehidup semati itu bisa menjamin kebahagiaan selamanya?

Keinginan dan cara berpikir tiap orang adalah satu hal yang paling sulit diterka bahkan pleh paranormal sekalipun. Terkadang ada satu hal satu kalimat, satu pemahaman justru kemudian bisa mengubah cara pikir seseorang.

Lalu bagaimana dengan cinta itu sendiri? mencintai adalah satu perasaan tiba-tiba dan tanpa terencana.

Siapa yang bisa ngasih jaminan bahawa cinta kali ini akan bertahan seumur hidup? Saat ini misalnya aku sendiri mungkin dalam pertanyaan yang sama, Mungkin rasa ini akan ada selamanya? lalu bagaimana jika kemudian berubah menjadi datar-datar saja?

Cinta, benarkah sebuah perasaan semata tanpa unsur efek lain? bagaimana dengan gaya hidup, penampilan fisik dan keadaan? Disini aku yakin setelah peranan perasaan, maka peranan alasan lain untuk mencintai itu akan merembet. Semisal keadaan anda sendiri, anda adalah orang yang sangat rapi, dan perfeksionis, apakah mungkin anda akan jalan bersama pasangan anda yang merasa enjoy hanya cukup dengan memakai sendal jepit dan kain sarung ke luar bersama anda?

Bagaimana anda saat itu?

Mungkin pada tikungan ini anda baru sadar bahwa mencintai dia apa adanya adalah suatu kesalahan.

Ada jalan keluarnya?

Meminta dia berubah, dan merubah. kok gitu... bukannya cinta itu sesuatu yang alami, bukan bentuk keinginan untuk merubah seseorang. Bukannya pasangan anda enjoy dengan rambut acak-acakan dan sendal jepit untuk pergi sama anda dari pada harus ribet menyisir pakai jelly dengan style rambut terkini, bukankah dari awal anda telah mencintai sosok seperti itu, dan sekarang ingin anda merubahnya?

hemmmm....

Kok jadi bicara tentang penampilan seh, penampilan kan bisa menipu. Yup, anda benar sekali.

Tapi setidaknya penampilan rapi akan membuat seseorang lebih kelihatan bersih. Untuk bersih ga harus bagus, untuk kelihatan bagus kan ga harus mahal hohohohoohoo...

Setidaknya itulah bentuk menghargai diri sendiri dalam sebuah penampilan, kalau diri kita sendiri saja ga bisa mengahrgai diri sendiri bagaimana orang lain bakal hargai diri kita?

Ingat jangan biarkan cinta anda lepas kandas tak terselamatkan hanya karena kita dirasa malu-maluin hahahahhahahaha...haduuh mo bebenah ah... gara-gara denger bisik-bisik tetangga jadi mikir neh wew...

Cinta setelah Perasaan berperan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar